Damai Indonesiaku “Teknologi Membangun Peradaban” ITS Surabaya (bag 2)

ukm cinta rebana its

ukm cinta rebana its

Melanjutkan isi Ceramah dalam acara Sabtu 23 Februari di Masjid Manarul Ilmi kampus ITS Sukolilo, ITS TPKI bekerja sama dengan TV One dalam Damai Indonesiaku Surabaya yang mengadakan acara Pengajian Teknologi membangun Peradaban. Gus Ali masyhuri melanjutkn ceraha dari syeh Ali Jabir. Adapun isi ceramah beliau tentang wajibnya kita tampil untuk suatu kebaikan.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa barang siapa yang mau tampil untuk suatu kebaikan maka Allah SWT akan menggerakkan dan memudahkan jalannya untuk kebaikan tersebut. Belajar bagi seorang yang menuntut ilmu adalah suatu kebaikan besar yang wajib dijalankan. Pada umumnya cara belajar manusia adalah membaca kemudian memikirkan, menganalisa dan menyimpulkan. Jika ini dipraktekkan dalam belajar maka ilmu yang sampai kepada kita yang belajar akan masuk dan bermanfaat.

dosen tpki its

dosen tpki its

Barang siapa yang suka kebaikan maka segeralah lakukanlah (HR Muslim). Tolong menolonglah kamu dalam hal kebaikan. Ingat sesungguhnya setiap akibat akan selalu didahului oleh sebab. Maka jadikan tindakan kita adalah sebagai sebab dari kebaikan yang berujung akibat yang baik. Jangan jadi orang yang hatinya sakit. Orang yang hatinya sakit tandanya yaitu kehilangan rasa cinta, kehilangan ketentraman serta punya mata dan hati yang keras.

Hakikat manusia adalah jiwanya. Factor penyebab miskinnya jiwa manusia adalah miskinnya figure yang patut dicontoh. Agama bukan sekedar alat untuk ibadah. Agama adalah sebagai petunjuk, agama sebagai pembimbing dana gama sebagai penolong manusia dari kejelekan.

Potensi diri akan muncul jika adanya berpikir positif pada diri, berusaha dan belajar serta didukung wawasan ilmu luas. Jangan minder rendah diri akan nasib bangsa. Sesungguhnya kenikmatan yang diberikan Allah itu melebihi dari ujian-Nya. Yakin kunfayakun kuatkan keyakinan akan iman tidak ada yang mustahil bagi Allah dan sertai dengan ikhtiar. Bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju.

Damai Indonesiaku “Teknologi Membangun Peradaban” ITS Surabaya (bag 1)

Damai Indonesiaku ITS Tv One

Damai Indonesiaku ITS Tv One

Sabtu 23 Februari di Masjid Manarul Ilmi kampus ITS Sukolilo, ITS TPKI bekerja sama dengan TV One dalam Damai Indonesiaku Surabaya mengadakan acara Pengajian  Teknologi membangun Peradaban. Dalam acara ini dihadirkan 3 pembicara bidang keagamaan dan teknologi yaitu Syeh Ali Jabir (madinah), Gus Ali masyhuri Tulangan Sidoarjo dan Prof Dr Abdullah Syahab Guru Besar ITS.

Materi bahasan pengajian awal yaitu Mencitai bangsa dan umat Manusia diisi oleh Syeh Ali Jabir. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan beberapa nasihat dan pesan kepada para mahasiswa ITS dan jamaah hadir. Pesan berisi tentang kemuliaan mencintai Bangsa dan Negara serta Umat manusia.

Kemuliaan manusia adalah dengan menyayangi manusia lainnya melebihi saying terhadap dirinya sendiri. Berikan kasih saying perhatianmu pada bangsa dan Negara serta manusia melebihi engkau menyayangi dirimu sendiri. Doakan orang-orang yang kita cintai. Sesungguhnya doa untuk orrang lain akan diamini para malaikat dan pasti akan dikabulkan. Dan sesungguhnya doa itu juga akan kembali pada dirinya. Keutamaan mencintai sahabat kerabat keluarga, tetangga, masyarakat, bangsa dan Negara adalah lebih mulia dibbanding dengan itikaf di masjid Nabawiy madinah.

Allah tidak akan merubah suatu kaum dan masyarakat menuju kebaikan kecuali kaum tersebut berusaha untuk merubah. Adapun manusia yang diselamatkan dari kerugian adalah;

  1. Iman
  2. Ibadah
  3. Cinta Orang Sholeh
  4. Orang Yang Bersabar

Setiap manusia mempunyaikesalahan dan Allah mengampuni kesalahan manusia selama manusia itu mau memperbaiki kesalahannya. Ampunan Allah SWT lebih besar dari dosa manusia.

Sebagai pelajar menuntut ilmu, tuganya adalah belajar, mengamalkan ilmu dan belajar dari kesalahan. Orang cerdas itu mau disalahkan dirinya dan belajar untuk memperbaiki. Manusia lebih banyak belajar dari kesalahan yang terjadi. Ini disebut dengan Mushahabah. Mushahabah memperbaiki diri dari kesalahan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari dari hari ini. Kewajiban pelajar juga untuk selalu bermushahabah. Dan yang penting adalah jadilah manusia untuk member bukan untuk menerima. Kontribusikan ilmu untuk kebaikan orang lain bangsa dan Negara.

Beliau juga berpesan jangan lupakan dan selalu ingatlah kebaikan orang lain terhadap kita. Yang harus dilupakan adalah kesalahan orang lain terhadap kita dan kebaikan kita kepada orang lain. Kejahatan akan hilang jika dibalas dengan kebaikan. (bersambung Bag 2)

by Adlin

nasehat habaib lover

Di belakang setiap kenikmatan terdapat
tuntutan. Semakin besar kenikmatan yang diperolehi, semakin besar tuntutan yang
ditanggungnya. Sebahagian besar manusia terlena
bersama kenikmatannya dan melupa akan tuntutannya.

Untuk apa gundah gulana, jika yang terjadi pasti ketentuan-Nya?

Gantungkan diri pada-Nya, tanpa ucapan: andaikata, umpamanya, dan kalau saja. Sebab semua itu adalah ucapan dungu, yang menentang keputusan Sang Penentu.

Kutemukan engkau tanpa nama
Kusaksikan kau apa adanya
Keindahan tanpa defenisi
Tanpa dalil dan teori
Kuteguk ilmu kosong
Aku tak ada
Aku cawan tak berisi
Aku lembaran tak bertulis
Aku mayat tak bergeming
Aku debu tertiup angin
… Aku perahu dihempas ombak
Tak memutuskan
Tak berkehendak
Tak berucap
Tak bergerak
Aku kosong

 

Manaqib Al Habib Al Qutb Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik

Habib Abu bakar Assegaf Gresik Habib Abubakar bin Muhammad bin Umar bin Abubakar bin Imam Wadi Al-Ahqaf Umar bin Segaf bin Muhammad bin Umar bin Toha bin Umar Ash-Shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawiliyah bin Ali bin Alwi Al-Ghuyyur bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al- Muhajir bin ‘Isa bin Muhammad An- Naqib bin Ali-‘Uraidhi bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az- Zahra binti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.
Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di kota Besuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Gresik. Pada tahun 1293 H, Habib Abubakar kemudian berangkat ke Hadramaut karena memenuhi permintaan nenek beliau, Syaikhah Fatimah binti Abdullah ‘Allan Beliau berangkat kesana ditemani dengan Al-Mukarram Muhammad Bazmul. Sesampainya disana, beliau disambut oleh paman, sekaligus juga gurunya, yaitu Abdullah bin Umar Assegaf, beserta keluarganya. Kemudian beliau tinggal di kediaman Al-Arif Billah Al-Habib Syeikh bin Umar bin Saggaf Assegaf.
Di kota Seiwun beliau belajar ilmu figih dan tasawuf kepada pamannya Al- Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Hiduplah beliau dibawah bimbingan gurunya itu. Bahkan beliau dibiasakan
oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih kecil. Selain berguru kepada pamannya, beliau juga mengambil ilmu dari para ulama besar yang ada disana. Diantara guru-guru beliau disana antara lain :
Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhammad Alhabsyi
Al-Habib Muhammad bin Ali Assegaf
Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi
Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas
Al-Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur (Mufti Hadramaut saat itu).
Al-Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus
Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhamad Alhabsyi sungguh telah melihat tanda-
tanda kebesaran dalam diri Habib Abubakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi. Al-Habib Ali Alhabsyi berkata kepada seorang muridnya, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzakh, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alatas. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmu”. Ketika usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi SAW 5 kali dalam waktu 5 malam berturut-turut.

Dalam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, “(terdapat kebenaran) bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abubakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah ia ”. Murid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abubakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al-Habib Ali Alhabsyi, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah…”. Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abubakar di akhir umurnya.
Setelah menuntut ilmu disana, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke pulau Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju kota Besuki. Disinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaat usia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menuju kota Gresik.
Di pulau Jawa, beliaupun masih aktif mengambil ilmu dan manfaat dari ulama-ulama yang ada disana saat itu, diantaranya yaitu :
Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Bogor)
Al-Habib Abdullah bin Ali Alhaddad (wafat di Jombang)
Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas (Pekalongan)
Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Umar Bin Yahya (Surabaya)
Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi (Surabaya)
Al-Habib Muhammad bin Ahmad Almuhdhor (wafat di Surabaya)
Pada suatu hari disaat menunaikan shalat Jum’at, datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber- tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan.
Waktu pun berjalan demi waktu, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun lamanya. Beliau pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi. Berkata Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, “Kami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abubakar bin Muhammad Assegaf dari uzlahnya”. Setelah keluar dari uzlahnya, beliau ditemani dengan Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berziarah kepada Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, beliau dengan gurunya itu langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Masyarakat Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumah tersebut. Tak lama kemudian, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abubakar, “Beliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Ba’alawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umum”. Semenjak itu Habib Abubakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota Gresik. Masyarakat pun menyambut dakwah beliau dengan begitu antusias. Dakwah beliau tersebar luas…dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata- mata mencari ridhallah. Dalam majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin sebanyak 40 kali. Dan merupakan kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat luas.


Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Sadah Bani Alawi. Majlis beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah dan irsyad menuju jalan para pendahulunya. Majlis beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab- kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalan diatas… qadaman ala qadamin bi jiddin auza’i. Itulah yang beliau lakukan semasa hayatnya, mengajak manusia kepada kebesaran Ilahi. Waktu demi waktu berganti, sampai kepada suatu waktu dimana Allah memanggilnya. Disaat terakhir dari akhir hayatnya, beliau melakukan puasa selama 15 hari, dan setelah itu beliau pun menghadap ke haribaan Ilahi. Beliau wafat pada tahun 1376 H pada usia 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami, Gresik.


Walaupun beliau sudah berpulang ke rahmatillah, kalam-kalam beliau masih terdengar dan membekas di hati para pendengarnya. Akhlak-akhlak beliau masih menggoreskan kesan mendalam di mata orang-orang yang melihatnya. Hal-ihwal beliau masih mengukir keindahan iman di kehidupan para pecintanya. (Dikutip dari manaqib habib abu bakar assegaf saat haul beliau di gresik yang disampaikan cucu nya yaitu habib Abdul Qodir Assegaf)

Puisi Dari Seorang Habaib Lover

Di tengah keramaian
Kendaraan, manusia, pabrik,
aku hening
Hiruk pikuk berangsur-angsur sepi
Tak terdengar suara apapun
Lalu kembali keramaian kudengar

Suara di luar hilang,
Suara di tubuh berdentang
Detak jantung bertabuh
Suara di perut bergemuruh
Suara setiap aliran darah
Bagai ramainya lalu lintas di siang hari
Aku hening,
Hiruk pikuk berangsur-angsur sepi
Tak terdengar suara apapun
Lalu kembali keramaian kudengar

Ribuan suara di otak
Layaknya kesibukan di tengah pasar
Suara bising ide, pemikiran, gagasan
Berjejal di kepala
Bagai ramainya suara bising kendaraan

Aku hening,
Suara bising berangsur-angsur sepi
Lalu keramaian kembali kudengar

Suara syahwat melengking
Keinginan hewani mengaum, meringkik
Mengembik, menggonggong dan menderik
Bagai di tengah hutan

Aku hening,
Suara bising berangsur-angsur sepi
Lalu keramaian kembali kudengar

Bisikan setan mendesis
Membujuk di setiap telinga hati
Merayu dengan berbagai janji manis

Aku hening,
Suara bising berangsur-angsur sepi
Lalu keramaian kembali kudengar

Suara lintasan hati mendoktrin
Jeritan sombong, riya, hasad
Jeritan ujub dan prasangka buruk
Mendentum di permukaan batin
Memecahkan kebeningannya

Aku hening,
Suara bising berangsur-angsur sepi
Lalu keramaian kembali kudengar

Keangkuhan ego berkacak pinggang
Busungkan dada dan selalu mengucap
“Aku dan aku dan aku”
“Dariku, milikku, untukku, kembali padaku”

Aku hening,
Suara bising berangsur-angsur sepi

Hening menyelimutiku
Menenggelamkanku dan menarikku
Aku terhapus
Tak ada lagi aku
Tak ada lagi suara
sepi
Sunyi
Hening

Lalu tersingkaplah Kau
Terlihatlah keindahan-Mu
Terdengarlah merdu firman-Mu
Yang tak pernah berhenti
Selalu terdengar

Lalu keramaian kembali kudengar

Aku hening,
Agar dapat mendengar-Mu
Indahnya gemuruh firman-Mu

Ku tak pernah hening dari-Mu                                               By Husin Nabil (Habaib Lover)

 

Pandanganku menuju dada, menembus semesta hati
Kusaksikan bumi yang gersang
Jarang sekali dituruni hujan
Pepohonan yang kering,
Sepanjang pengelihatan hanya,
Pasir, angin debu dan gunung batu
Kulakukan shalat istisqa
bagi tanah tandus ini
Semoga Dia berkenan
Menuang hujan dan menghijaukannya
Ya lathiifan bili ‘ibad, ulthuf binaa
Wasqil bilaad, war ham ‘abiidak ya jawaad, qablal fanaa dunyaa wa diin.     By Husin Nabil (Habaib Lover)

Majlis Tabligh Akbar Kediri (Habib Umar bin Hafidz)

Mohon di share atau disebarkan ulang ke teman teman lain ….. Tabligh Akbar Nasional Majelis Muwasholah Baina Ulama-il Muslimin, Insya Allah bersama Habib Umar bin Hafidz (Tarim – Hadramaut – Yaman), Habib Munzir al Musawa (Jakarta), Habib Jindan bin Noval (Jakarta), Habib Umar Muthohar (Semarang), Habib Thohir (Tegal), KH. Idris Marzuqi (Kediri), KH. Anwar Manshur (Kediri) dan lain2. Insya Allah Ahad, 29 April 2012 mulai pk. 19.00 WIB di Aula Al Muktamar Lirboyo Kediri. Sekaligus Undangan untuk seluruh kaum Muslimin dan Muslimat ….

 

Maulid Nabi Muhammad SAW di ITS Surabaya pembicara HAbib Abdul Qodir bin Ali Assegaf

Video di atas merupakan video cuplikan berita peringatan maulid nabi muhammad SAW di Kampus ITS Surabaya yang diliput oleh eureka TV. ITS mengadakan peringatan maulid nabi SAW dengan tema meneladani pendidikan berkarakter. pembicara yang mengisi acara adalah Habib Abdul Qodir bin Ali bin Abu Bakar Assegaf dari gresik, yaitu cucu Wali Qutb Al HAbib Abu BAkar bin MUhammad Assegaf. adapu inti dari isi ceramah yang beliau sampaikan adalah meneladani pendidikan berkarakter adalah dengan meneladani akhlaq rosulullah dalam kehidupan sehari2 sebagai umat islam yang taat pada Allah dan NAbi Nya. membuktikan kecintaan kita pada Rosulullah adalah dengan bersholawat, belajar sejarah perjuangan beliau, meniru akhlaq beliau serta saling mengasihi sesama umat manusia. jadikan Rasulullah sebagai idola kita sekarang yang utama. dalam majelis tersebut dibacakan pula Sejarah Rosulullah SAW yang terangkai dalam buku Maulid Diba karangan Ulama Abdurrahman Ad Diba’i yang dibawakan oleh anggota UKM Cinta Rebana ITS. sekitar lebi dari 300 jamaah menghadiri majelis tersebut. jumlah yang melebihi target yaitu 200 jamaah. Perasaan Syukur dari panitia yang besar dengan barokahnya Habaib dan sholawat acara bisa berjalan sukses. selamat kepada UKM Cinta Rebana ITS atas suksesnya acaranya dan terima kasih kepada ketua TPKI ITS Dr Darmaji dan Ketua Takmir JMMI ITS Drs Wahyuddin atas mendukungnya acara ini. moga acara berikutnya lebih rame lebih barokah dan lebih bermanfaat bagi semua terutama para muhibbin habaib lover.

Pesan Dari Sang Habib (Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri Tarim)

Surabaya  Rabu 12 Januari 2011, Seorang ulama masyhur dari  yaman hadramaut yaitu Al Habib Salim Assatiri rihlah di Surabaya tepatnya di daerah ampel jalan margi di rumah Al Habib Husein bin Abdullah Assegaf. Sudah tradisi para ulama timur tengah tiap bulan muharrom dan syaban mereka selalu keliling dunia ke Negara-negara untuk berkunjung dan ziarah ke para auliya di dunia.

Dalam kunjungannya  di rumah Habib Husein Assegaf , Habib Salim memberikan mauidoh hasanah kepada para jaah yang hadir dalam majlis barokah tersebut. Beliau ceramah  dengan bahasa arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Al Habib taufik Assegaf.

Dalam ceramahnya, beliau mengucapkan syukur pada Allah atas dikumpulkannya kita di rumah barokah, rumah yang didirikan majlis dirian Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf yang diteruskan oleh Al Habib Husein bin Abdullah Assegaf. Beliau berkata bahwa para keturunan orang sholeh jika mengikuti jejak orang sholeh maka kemuliaan tersebut adalah kemuliaan besar. Ibarat menggali sumur di dekat sumur bagi mereka para keturunan orang-orang sholeh dalam mengikuti jejak salafunassholih menuntut ilmu agama mencari rahmat Allah SWT. Lain dengan orang-orang yang bukan keturunan para salafunassholih, mengikuti jejak salafunassholih tak gampang. Seperti menggali sumur yang jauh dari sumbernya yang sulit untuk mendapatkan air. Tapi lain dengan mereka yang  mencintai para salafunassholih,  kesulitan tersebut akan hilang dan menjadikan mereka mudah mengikuti jejak salafunassholih sama seperi para ahlul bait keturunan orang-orang sholih. Mencintai Ahlul Bait akan mendapatkan seperti apa yang didapatkan para Ahlul Bait yaitu kemuliaan di sisi Allah dan Rasulullah.

Dalam agama, anak cucu adam dibagi menjadi 3(tiga) yaitu Waladun Sabiq, Waladun Lahiq, dan waladun mahiq. Waladun sabiq ialah orang-orang yang mengungguli orang tua mereka dalam beragama contohnya seperti Al Habib Abullah bin Alwi Al Haddad sohibul Rotib. Waladun Lahiq adalah anak yang mengikuti, meneruskan jejak orang tua mereka dalam beragama. Dalam pepatah arab dikatakan bahwa, “ Orang yang yang beriman dan mengikuti jejak mereka salafunassholih maka akan digabungkan satu kelompok dengan salafunassholih.”  Jangan sampai kita menjadi waladun mahiq! Yaitu anak yang keluar dari toriqoh orang tua mereka. Jika itu terjadi maka kerugian yang didapat yaitu terganggu pikirannya, mati dalam usia muda, dan sengsara hidupnya. Naudzubillah min dzalik. Al Habib Salim juga berkata dalam ceramahnya yaitu orang yang keluar dari toriqoh salaf maka akan dibenci oleh mereka para salafunassholih. Zaman sekarang begitu mudahnya orang melakukan maksiat kecuali orang-orang yang dekat pada Allah.

Beliau Al Habib Salim Assatiri juga berpesan kepada para pemuda sekarang. Jadilah pemuda yang mengikuti jejak para salafunassholih yang mencintai salafunassholih dan selalu dekat pada ahlul bait. Allah membanggakan pemuda yang sholih, taat pada Allah, mengikuti jeja Rasulullah dan salafunassholih. Jangan jadi pemuda yang hidup bergelimang maksiat. Hidup di dunia hanya sementara. Jaga diri dari perbuatan maksiat dan bewrkumpulah pada orang-orang sholeh. Hati-hatilah kamu pada orang-orang yang berbeda aliran, toriqoh, kelakuan yang tidak mencerminkan akhlak Rasulullah dan para Salafunassholih karena itu membuat kita rusak dan keluar dari toriqoh para salafunassholih. Dalam penutup ceramah Al Habib Salim Assatiri beliau berdoa mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang baik terjaga dari kesesatan. KemudiaHabib Salim Assyatirin majlis ditutup dengan doa dan qosidah.

artikel bulan maulid: Kisah turunnya Kitab Maulid Simtud Durror (Maulid Habsyi)

Bulan maulid telah datang bulan rabiul awal… bulan penuh cinta Habibuna Muhammad SAW… mari kita rayakankelahiran beliau. gemakan sholawat dlm hati kita, ramaikan masjid dengan indahnya sholawat kepada Rosulullah.

dalam maulid nabi biasanya para muhibbin mereka mengenang sjarah rosulullah dan bersholawat dengan membaca Simtud DUrror atau maulid diba… mungkin beberapa ada yg belum tau apa itu maulid simtud Durror dan gimana sejarahnya. dibawah ini adalah kisah turunnya Kitab Maulid Simtud Durror karangan Al Habib Ali Al Habsyi dikutip dari buku biograf Habib Ali Al Habsyi dan http://www.ahlulkisa.com

Allahumma Shalli `Alaa Sayyidina Muhammad wa Aalihi Washahbihi Wasallim.

Mawlid Simtud Durar merupakan kitab maulid yang cukup agung yang dibaca oleh umat muslim di seluruh dunia khususnya yang dibawa dari bani alawy yaitu para habaib yang berdakwah menyebar keseluruh dunia.
Banyak keistimewaan dan keberkahan dalam Mawlid ini.
Berikut dikisahkan dari buku biografi Habib Ali Al Habsy tentang penulisan kitab mulia ini.

Ketika usia Habib ‘Ali menginjak 68 tahun, ia menulis kitab maulid yang diberinya nama Simtud Durar.
Pada hari Kamis 26 Shafar 1327 H, Habib ‘All mendiktekan paragraf awal dari Maulid Simtud Durar setelah memulainya dengan bacaan basmalah:

sampai dengan ucapan beliau:

Ia kemudian memerintahkan agar tulisan itu dibacakan kepada beliau. Setelah pendahuluan yang berupa khutbah itu dibacakan, beliau berkata, “Insya Allah aku akan segera menyempurnakannya. Sudah sejak lama aku berkeinginan untuk menyusun kisah maulid. Sampai suatu hari anakku Muhammad datang menemuiku dengan membawa pena dan kertas, kemudian berkata kepadaku, ‘mulailah sekarang.’ Aku pun lalu memulai-nya.”
Kemudian dalam majelis lain beliau mendiktekan maulidnya:

Pada hari Selasa, awal Rabi’ul Awwal 1327 H, ia memerintahkan agar maulid yang telah beliau tulis dibaca. Beliau membukanya dengan Fatihah yang agung. Kemudian pada malam Rabu, 9 Rabi’ul Awwal, beliau mulai membaca maulidnya di rumah beliau setelah maulid itu disempurnakan. Beliau berkata, “Maulid ini sangat menyentuh hati, karena baru saja
selesai diciptakan.”

Pada hari Kamis, 10 Rabi’ul Awwal beliau menyempurnakan-nya lagi. Pada malam Sabtu, 12 Rabi’ul Awwal 1327 H, ia membaca maulid tersebut di rumah muridnya, Sayyid ‘Umar bin Hamid as-Saggaf. Sejak hari itu Habib ‘Ali kemudian membaca maulidnya sendiri: Simtud Durar. Sebelumnya ia selalu membaca maulid ad-Diba’i.

Maulid Simtud Durar yang agung ini kemudian mulai tersebar luas di Seiwun, juga di seluruh Hadhramaut dan tempat-tempat lain yang jauh. Maulid ini juga sampai ke Haramain yang mulia, Indonesia, Afrika, Dhafar dan Yaman. Disebutkan bahwa maulid Simtud Durar pertama kali dibaca di rumah Habib ‘Ali, kemudian di rumah muridnya, Habib ‘Umar bin Hamid. Para sahabat beliau kemudian meminta agar Habib ‘All membaca maulid itu di rumah-rumah mereka. Ia berkata kepada mereka, “Selama bulan ini, setiap hari aku akan membaca Maulid Simtud Durar di rumah kalian secara bergantian.
Tanggal 27 Sya’ban 1327 H, Sayyid Hamid bin ‘Alwi Al-Bar akan pergi ke Madinah Al-Munawwarah membawa satu naskah maulid Simtud Durar yang akan dibacanya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu (alaihi wa sallam akan merasa sangat senang.
Habib Ali RA berkata:

Dakwahku akan tersebar ke seluruh wujud. Maulidku ini akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, akan mengumpul-kan mereka kepada Allah dan akan membuat mereka dicintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika seseorang menjadikan kitab maulidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka rahasia (sir) Al-Habib shallallahu ‘alaihi wa sallam akan tampak pada dirinya. Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pujianku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diterima oleh masyarakat.

Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi shallallahu alaihiwa sallam. Bahkan dalam surat-suratku, ketika aku menyifatkan Nabi shallaltahu ‘alaihi wa sallam, Allah SWT membukakan kepadaku susunan bahasa yang tidak ada sebelumnya. Ini adalah ilham yang diberikan Allah SWT kepadaku. Dalam surat menyuratku ada beberapa sifat agung Nabi shallaahu ‘alaihi wa sallam, andaikan Nabhani membacanya, tentu ia akan memenuhi kitab-kitabnya dengan sifat-sifat agung itu.
Munculnya Maulid Simtud Durar di zaman ini akan menyempurnakan kekurangan orang-orang yang hidup di zaman akhir. Sebab, tidak sedikit pemberian Allah SWT kepada orang-orang terdahulu yang tidak dapat diraih oleh orang-orang zaman akhir, tapi setelah maulid ini datang, ia akan menyempurnakan apa yang telah terlewatkan. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai maulid ini.

Maulid Hari Kamis Akhir Bulan Rabi’ul Awwal

Suatu hari, Habib Abdul Qadir bin Muhammad bin Ali Al-Habsyi, cucu penulis Simtud Durar berpidato:
“Wahai saudara-saudaraku. Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang agung dan karunia yang besar ini. Allah SWT bermurah kepada kita sehingga kita dapat mengadakan acara agung yang dahulu diselenggarakan sendiri oleh penulis kitab Maulid ini, pendiri acara yang agung ini sejak 90 tahun yang lalu. Acara itu dihadiri oleh masyarakat dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Hijaz, Dhafar, Sawahil dan negara-negara lainnya. Ada yang memperkirakan, jumlah orang yang menghadiri maulid tersebut sekitar 30.000 orang.
Habib Ali membiayai keperluan mereka semua dan beliau juga mengurus jamuan dan kendaraan mereka. Sebab, saat itu tidak ada mobil atau pesawat. Semua orang datang dengan mengendarai onta dan kendaraan lain. Beberapa orang dan pegawai pemerintah mengkhawatirkan hal ini, “Wahai Habib Ali, manusia berdatangan dari segenap penjuru, bagaimana pembiayaannya” Habib Ali menjawab, “Kalian sambut saja mereka, bukalah rumah kalian untuk mereka, Allah nanti yang akan memberi mereka rezeki, bukan aku atau kalian. Bukalah rumah kalian untuk mereka, aku akan menyediakan segala sesuatunya kepada kalian. Jika ada yang kekurangan, pergilah ke tempat fulan dan fulan.” Beliau menyebutkan beberapa nama sehingga mereka dapat mendatangi orang-orang itu untuk mengambil semua yang diperlukan.

Maulid yang agung ini dihadiri oleh para munshib, dai dan ulama yang berasal dari berbagai daerah. Mereka semua berkumpul sehingga turunlah madad, kebaikan, keberkahan dan nafahat yang agung. Para munshib datang dengan rombongan hadhrah mereka: ada yang dari Syihr, Ghail dan dari berbagai tempat lain. Kota Seiwun dipadati oleh manusia sebagaimana dikatakan oleh Habib ‘Ali:
Seiwun memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain.

Menjelang hari Kamis terakhir bulan Rabi’ul Awwal, para buruh meminta ijin dari majikan mereka untuk tidak masuk kerja. Pernah seorang buruh ditanya mengapa harus libur, ia menjawab: Wahai Habib, ketahuilah, waktuku setahun berlalu begitu saja; sia-sia. Sekarang yang kumiliki tinggal dua hari ini saja, yaitu hari-hari pembacaan maulid. Nanti, ketika manusia telah berkumpul di lembah itu, Habib ‘Ali akan berdiri dan menyeru orang-orang ke jalan Allah SWT, mengajak mereka bertobat dan mendoakan mereka, maka semua dosa dari orang-orang yang berkumpul di situ pasti diampuni.
‘Ammi ‘Umar bin Hasan Al-Haddad berkata, “Perhatikanlah, bagaimana kaum awam dapat menemukan sir.”

Wallahu A`lam..

serangkai Kalimat dari Sang Blogger

kepada ikhwan akhwat pengikut / follower blog ini saya mohon maaf sebesar-besarnya karena blog ini telah lama tidak saya update karena beberapa hal… namun mulai tahun ini 2012 akan saya update lagi dengan lebih banyak tulisan2 yang mudah-mudahan bermanfaat bagi ikhwan akhwat sekalian… mohon kritikan dan saran saya juga ya unt blog ini…… kalau ada yang mau tulisannya di post di blog ini silahkan kirim lewat email zmekka@yahoo.com di blog ini  kita saling berbagi ilmu kepada para Muhibbin para habaib lover dimanapun serta mnambah mahabbah kita pada para habaib yg ditujukan pda mahabbah pda Allah dan Rosulullah… trima kasih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.